Kamis, 19 Agustus 2010

Kutub Utara mencair ?!!

Pakar kutub asal Inggris, Peter Wadhams, mengungkap fakta tidak menyenangkan tentang Laut Artik beberapa waktu yang lalu. Sekitar 20 tahun lagi, tepatnya musim panas, lautan beku di Kutub Utara itu akan menjadi perairan bebas es. Permukaan air laut bakal meningkat dan habitat hewan kutub seperti anjing laut dan beruang terancam sirna. ’’Sebagian besar pencairan terjadi pada satu dekade pertama, meski es musim dingin (di Laut Artik) masih akan bertahan selama beberapa ratus tahun lagi,” papar dosen ilmu fisika kelautan pada University of Cambridge tersebut, seperti dilansir Reuters kemarin (15/10).

Dampaknya, lanjut dia, permukaan bumi di ujung utara akan terlihat biru jika dipotret dari luar angkasa. Bukan putih seperti yang terlihat saat ini. Selain itu, mencairnya lapisan es tersebut bakal membuka jalur pelayaran baru di laut sebelah utara Rusia. Wadhams dan beberapa pakar lain menyatakan bahwa mencairnya lapisan es di Laut Artik merupakan bukti paling nyata pemanasan global. Karena itu, mereka minta PBB dan para pemimpin dunia yang bakal membahas traktat iklim baru di Kopenhagen, Denmark, Desember nanti fokus pada fakta tersebut.

Dalam risetnya, salah satu pakar lautan es tersohor di dunia itu membandingkan data dari Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) dan petualang kutub asal Inggris, Pen Hadow. Royal Navy melakukan penghitungan ketebalan es lewat kapal selam mereka pada 2007 lalu. Sementara, Hadow dan timnya baru melakukan penghitungan ketebalan es dengan mengebor 1.500 lubang di Artik pada awal tahun ini.

Saat itu, Hadow dan timnya, Catlin Arctic Survey, mendapati ketebalan rata-rata lapisan es yang mengapung di Artik sekitar 1,8 meter. “Data tersebut mendukung konsensus baru–– berdasar variasi musiman lapisan es menurut luas dan ketebalannya, perubahan suhu, kecepatan angin serta komposisi es—bahwa Laut Artik akan bebas es pada musim panas 20 tahun mendatang,” papar Wadhams kepada BBC.

Dr Martin Sommerkorn dari program Artik WWF menanggapi laporan tersebut dengan serius. Sebab, menurut dia, Artik sangat mempengaruhi iklim. “Lapisan es di Laut Artik berada pada posisi paling netral pada sistem iklim bumi. Karena itu, jika lapisan es tersebut raib, iklim dunia akan kacau,” paparnya. Yang pasti, lanjut dia, seperempat wilayah bumi akan kebanjiran. Sering disebut Air Conditioner (AC)-nya bumi, Artik memegang peranan yang cukup vital untuk menstabilkan iklim dunia. Jika lapisan es di perairan seluas 14.000.000 kilometer per segi itu mencair pada musim panas, warna lautan di seluruh dunia akan lebih gelap

0 komentar:

Posting Komentar